Recent Posts

Cara otomatis bergabung dengan kami

Ketik madura.nama.alamat

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Februari 2015

Contoh Isi Laporan UKK TKJ

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Seperti yang telah kita ketahui bahwa saat ini tidak lepas dari teknologi  yang membuat saya tertarik untuk masuk kejuruan Teknik Komputer Jaringan yang mempelajari tentang  sistem operasi jaringan   platform (windows-linux)  menggunakan Virtual Box.
Dimana saya langsung mempraktekan nya sendiri sebagai ujian semester 1,  yaitu mengconnect kan PC yang berbasis windows  dengan laptop yang berbasis Linux dengan menggunakan UTP straigh
1.2  TUJUAN
Guru pembimbing sengaja memberikan ujian praktek sebagai ujian semester 1 yang bertujuan agar di ketahui seberapa besar saya mendalami materi yang di sampaikan  selama satu semester
Dengan adanya praktek yang di lakukan secara individu kami tidak hanya mendalami pelajaran secara teori melain kan kami bisa mempraktekan nya dengan nyata
Dengan demikian kami tidak perlu canggug pada saat melakukan nya di dunia industri, karna pada dasarnya pelajaran yang kita pelajari bukan hanya di lakukan di sekolah melain kan mengembangkan nya di dunia industri dalam prakerin atau pun nanti setelah kita lulus dalam dunia kerja.
1.3  MANFAAT
Dengan melakukan praktek ini saya dapat mengetahui cara mengkonfigursi jaringan  sharing data dan membagi informasi antara server dan client dan juga bisa di gunakan untuk membuat warnet.


Konfigurasi Interface Network pada Debian 6 “Squeeze”
Sebelumnya kita telah membahas Topologi Jaringan Server Debian yang akan dibuat dengan menggunakan Debian 6 Squeeze. Sekarang kita lanjutkan cara konfigurasi adapter network pada VIrtualBox dan interface network pada Debian.

A. KONFIGURASI NETWORK ADAPTER PADA VIRTUALBOX
1.      Pada sistem operasi Debian, konfigurasi network adapter 1 sebagai Host-only adapter, dan adapter 2 sebagai Internal network. Caranya seperti tahapan pada gambar berikut:
p1.png
2.      Sementara pada PC client (Windows XP), lakukan pengaturan network hanya pada adapter 1 yaitu sebagai Internal network.
 p2.png
B. KONFIGURASI NETWORK PADA WINDOWS XP GUEST
Windows XP Guest maksudnya adalah sistem operasi yang sudah diinstall pada VirtualBox. VirtualBox itu sendiri terinstall di PC Host, yang dalam PC saya menggunakan Windows 7. Langkah-langkah konfigurasi network pada Windows XP Guest adalah sebagai berikut:
1.      Dari menu [Start] >> [Control Panel]
p3.png
2.      Pada jendela Control Panel, pilih [Network and Internet Connections]
p4.png
3.      Pada jendel Network and Internet Connections, pilih [Network Connections]
p10.png
4.      Pada jendel Network Connections, klik kanan [Local Area Connection] >> [Properties]
p9.png
5.      Pada jendel Local Area Connection, pilih tab [General] >> [Internet Protocol (TCP/IP)] >> [Properties]

p7.png
.
1.      Pada jendel Internet Protocol (TCP/IP), buatlah seperti isian pada gambar berikut ini lalu akhiri dengan [OK] >> [Close]

p6.png
.
.
C. KONFIGURASI INTERFACE NETWORK PADA DEBIAN 6 SQUEEZE
1. Cek interface eth0 dan eth1

p5.pngKalau kita perhatikan, IP address di Eth0 dan Eth1 belum sesuai dengan desain topologi yang akan dibuat, sehingga harus kita konfigurasi ulang melalui file interfaces.
1.      Konfigurasi Interface eth0 dan eth1
root@debian:/home/hamidi#nano /etc/network/interfaces
2.    Edit script yang terdapat di dalam file interfaces tersebut, sehingga seperti berikut:
p15.png
3.      Restart Interface
root@debian:/home/hamidi# /etc/init.d/networking restart
4.      Selanjutnya buat domain server kita.
root@debian:/home/hamidi# nano /etc/hosts
5.    Buat script seperti gambar berikut:
p8.png
6.      Buat hostname server kita:
root@debian:/home/hamidi# nano /etc/hostname
7.    Buat script seperti berikut:
p11.png
Sampai di sini Tahap Konfigurasi Awal untuk membangun server Debian kita anggap selesai. Tahap selanjutnya kita akan


Instalasi dan Konfigurasi DNS Server Debian 6 Squeeze
Sebelumnya kita telah membahas cara Konfigurasi Adapter Network pada VirtualBox dan Interface Network pada Debian. Selanjutnya kita akan membahas instalasi dan konfigurasi DNS server pada Debian 6 Squeeze.
Untuk instalasi dan konfigurasi DNS server dan Aplikasi server lainnya, kita memerlukan media untuk mengambil paket-paket yang akan diinstalasi tersebut. Paket-paket tersebut dapat diperoleh dari repositori debian melalui internet (http://debian.orghttp://kambing.ui.ac.id, dan lain-lain). Untuk keperluan tersebut, server debian kita harus sudah terkoneksi ke internet. Namun dalam praktek ini, kita tidak menggunakan repositori debian, melainkan dari DVD.iso instalasi yang ada dalam hard disk kita. Untuk itu kita harus mengubah mount ke CD/DVD drive dari aplikasi VirtualBox dan Debian. Caranya:
1.      Dari menu utama VirtualBox, ubah mount ke CD.iso instalasi. Klik pada sistem operasi yang berjalan [Debian 6.0.7] >> [Settings] >> [Storage] >> [IDE Controller/Empty] >> ikon CD >>[DVD.iso instalasi]>> [OK].

p1.png
Jika menggunakan Debian GUI, langsung saja dari menu [Device] >> [CD/DVD Devices] >> [DVD.iso instalasi] >> [OK].

p2.png
2.      Selanjutnya dari sistem operasi Debian, ubah mount ke CD drive. Gunakan perintah:
root@debian:/home/hamidi# apt-cdrom add
3.      Selanjutnya install paket bind9
root@debian:/home/hamidi# apt-get install bind9
4.      Setelah instalasi bind9 selesai, masuk ke direktori /etc/bind9/, yang bisa cd /etc/bind/ dan lihat isi direktorinya.
12.PNG
5.      Kemudian edit isi file named.conf.local
root@server-hamidi:/etc/bind# nano named.conf.local

.
6.      Buat script seperti berikut:
21.PNG
7.      Lihat kembali isi direktori /etc/bind/.
11.PNG
8.      Copy file db.local menjadi db.hamidi pada direktori yang sama. Kemudian pertahikan hasilnya:
22.PNG
9.      Copy file db.255 menjadi db.192 pada direktori yang sama, dan lihat hasilnya:
23.PNG
10.  Kemudian edit isi file db.hamidi
root@server-hamidi:/etc/bind# nano db.hamidi
11.  Kemudian isi script seperti berikut:
24.PNG
12.  Lalu edit isi file db.192
root@server-hamidi:/etc/bind# nano db.192.
13.  Buat script seperti berikut:
25.PNG
14.  Edit juga isi file resolv.conf, sehingga seperti berikut:
nameserver 192.168.100.1
.
15.  Selanjutnya restart konfigurasi bind9 yang sudah kita lakukan.
26.PNG
16.  Untuk mengetahui apakan DNS server sudah berjalan, lakukan tes dns dari localhost. Gunakan perintah dig.
27.PNG
17.  Atau gunakan perintah nslookup:
28.PNGJika ditampilkan seperti gambar di atas, maka konfigurasi DNS server sudah berhasil dengan baik.
18.  Lakukan juga pengujian dengan perintah ping. Ping ke hamidi.net
31.PNG
30.PNG
32.PNGSampai di sini tahap Instalasi dan Konfigurasi DNS Server sudah selesai, tahap selanjutnya adalah Install dan Konfigurasi Web Server.

Instalasi dan Konfigurasi Web Server Debian 6 Squeeze
OK, pada materi sebelumnya sudah dibahas tentang Instalasi dan Konfigurasi DNS Server Debian 6 Squeeze. Dimana fungsi aplikasi tersebut adalah untuk menterjemahkan request client terhadap alamat domain kita. Artinya, setiap client yang akan merequest domainhttp://www.smknbi.net maka akan diteruskan ke alamat IP Address Web Server kita. Demikian juga sebaliknya.
Selanjutnya, kita akan melanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu Instalasi dan Konfigurasi Webserver Debian 6 Squeeze.  Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.      Terlebih dahulu install apache (sebagai web server) dan links (sebagai web  browser)
root@server-hamidi:/home/hamidi# apt-get install apache2 links
Jika ada pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?” Tekan tombol y dan ENTER pada keyboard untuk melanjutkan.
2.      Setelah proses instlasi apache2 dan links selesai, maka web server kita sudah berjalan. Hanya saja tampilannya masih default. Tes dengan browser links ke server smknbi.net
root@server-hamidi:/home/hamidi# links hamidi.net
.
Pada tampilan Welcome, pilih [OK] atau langsung ENTER.
11.png

Selanjutnya jika ditampilkan seperti gambar berikut ini, berarti webserver kita sudah berfungsi dengan baik.
3-its workUntuk keluar dari tampilan links, tekan pada keyboard tombol q, kemudian ENTER.
3-exit links
.
3.      Jika kita ingin mengubah tampilan default webpage utama web server kita, maka lakukan pengeditan pada file index.html yang terdapat pada direktori /var/www/.
root@server-hamidi:/home/hamidi# nano /var/www/index.html.Edit script yang ada dalam file tersebut. Anda dapat melakukan konfigurasi secara bebas pada file ini untuk menghasilkan tampilan sesuai keinginan Anda, tergantung kreativitas anda. Setelah selesai simpan denganCtrl + X lalu Y dan ENTER.
16.PNG
4.      Selanjutnya restart konfigurasi web server, dengan perintah:
root@server-hamidi:/home/hamidi# /etc/init.d/apache2/restart.
5.      Kemudian kita akses kembali  web server dengan menggunakan aplikasi web browser links ke hamidi.net.
18.PNG.Jika sudah ditampilkan seperti di atas, berarti konfigurasi pada file index.html yang baru saja kita lakukan, sudah berjalan dengan baik.
.

6.      Kemudian install paket php5.
root@server-hamidi:/home/hamidi# apt-get install php5
Jika muncul pertanyaan: “Do you want to continue [Y/n]?” Tekan tombol keyboard y laluENTER, untuk melanjutkan.
7.      Edit file info.php yang terdapat pada direktori /var/www/.
root@server-hamidi:/home/hamidi# nano /var/www/info.php
8.      Tambahkan script pada file info.php seperti berikut inti  21.PNG
9.      Restart kembali hasil konfigurasi pada file apache2.
root@server-hamidi:/home/hamidi# /etc/init.d/apache2 restart
10.  Sekarang uji akses ke php di server dengan web browser dari PC client. Pada address bar, ketikkan hamidi.net/info.php.
12.png
11.  Kembali ke command line server, selanjutnnya Install php5-mysql.
root@server-hamidi:/home/hamidi#apt-get install php5-mysql
12.  Install juga paket mysql-server.
root@server-hamidi:/home/hamidi# apt-get install mysql-server
.
Jika muncul pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?” Ketikkan y lalu ENTER untuk melanjutkan.
13.  Setelah paket mysql-server berhasil diinstall, muncul form pengisian password root untuk mysql seperti gambar berikut ini. Isikan password.
122.png
14.  Masukkan kembali password yang sama pada form konfirmasi. 122.png
Tunggu hingga proses instalasi selesai.
15.  Selanjutnya kita tes dengan cara mengetikan perintah mysql –u root –p. Jika diminta password, masukkan password saat instalasi mysql-server sebelumnya.
23.PNG
Jika sudah muncul teks “mysql>” seperti gambar di atas, maka tekan Ctrl + C untuk keluar dari mysql.
16.  Selanjutnya install paket phpmyadmin dengan perintah:
root@server-hamidi:/home/hamidi# apt-get install phpmyadmin
Jika muncul pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?”, maka ketikkan y lalu ENTER untuk melanjutkan
17.  Setelah itu akan muncul pilihan web server mana yang akan dikonfigurasi pada phpmyadmin. Pilih apache2, seperti gambar berikut:
24.PNG
18.  Jika muncul pesan seperti berikut ini, pilih [No].25.PNG
Tunggu hingga proses instalasi selesai.
19.  Setelah itu kita buka konfigurasi file apache.conf pada direktori /etc/phpmyadmin/. (Note: di sini kita tidak menggunakan editor nano, tapi menggunakan editor gedit agar lebih mudah mengcopy-paste script yang ada di dalamnya).
root@server-hamidi:/home/hamidi# gedit /etc/phpmyadmin/apache.conf
20.  Copykan isi seluruh script pada file apache.conf tersebut ke dalam file apache2.conf yang terdapat dalam direktori /etc/apache2/. Caranya seleksi seluruh script menggunakan mouse atau Ctrl + A pada keyboard. Cari menu [Copy] atau klik kanan pada script yang diseleksi, pilih [Copy]. Kemudian tutup editor gedit. Selanjutnya buka file apache2.conf pada direktori/etc/apache2, dengan perintah:
root@server-hamidi:/home/hamidi# gedit /etc/apache2/apache2.conf
Tempatkan kursor di baris paling akhir dari script file apache2.conf tersebut. Kemudian klik kanan, lalu pilih [Paste]. Selanjutnya simpan dan keluar dari editor gedit.
.(Note: Langkah 19 dan 20 di atas menurut penulis hany opsional saja, karena berdasarkan pengalaman tanpa dibuat seperti 19 dan 20, Web Server kita masih tetap bisa jalan).
21.  Restart apache2 dengan cara mengetikan perintah ini :
root@server-hamidi:/home/hamidi# /etc/init.d/apache2 restart
22.  mLalu kita tes phpmyadmin dengan membuka web browser dari PC client. Ketikkan pada address bar: hamidi.net/phpmyadmin. Pada menu login, masukkan user root dan password yang digunakan pada saat proses instalasi mysql-server.
000.png
.
23.  Hasilnya akan seperti gambar berikut:
222.png
Sampai di sini, tahap Instalasi dan Konfigurasi Web Server Debian 6 Squeeze telah selesai. Namun web server ini masih kosong. Untuk mengisi kontennya kita ini perlu diinstall aplikasi aplikasi-aplikasi CMS seperti seperti joomlawordpress, dan lain-lain. Untuk tahap berikutnya kita akan menginstal CMSs wordpress ke dalam Web Server Debian kita.


Instalasi CMS WordPress pada Web Server Debian 6 Squeeze
Langkah pertama adalah mengcopy file wordpress yang telah di telah tersimpan di flashdisk, caranya adalah sebagai berikut:
1.      langsung saja dari menu [Device] >> [USB Devices] >> [Centang tipe dari flashdisk] >> [OK].
2.      klik komponen dan klik nama flashdisk lalu copy kan file wordpress
3.      copy kan file wordpress di Dokumen, lalu klik kanan pada file dan pilih Ekstrak di sini
 
4.      Setelah selesai mengekstrak filewordpress, masuk ke direktoricd Dokumen dan lihat isi direktorinya.
root@server-hamidi:/home/debian#cd Dokumen
root@server-hamidi:/home/Dokumen# ls
5.      Pindahkan hasil extraksi tersebut ke direktori  /var/www/. Anda juga dapat mengubah namanya dengan nama yang lain.
root@server-hamidi:/home/debian/Dokumen#mv wordpress /var/www
6.      Selanjutnya anda pindah ke direktori /var/www/, dan lihat apakah direktori wordpress sudah ada di sana.
root@server-hamidi:/home/debian/Dokumen/#cd /var/www


root@server-hamidi:/var/www# cd wordpress
7.      Masuk ke direktori wordpress dan pastikan di dalamnya terdapat file wp-config-sample.php
root@server-hamidi:/var/www/wordpress# ls
8.      Copy file wp-config-sample.php tersebut menjadi wp-config.php di dalam direktori yang sama.
root@server-hamidi:/var/www/wordpress#cp wp-config-sample.php wp-config.php
9.      Lihat hasil pengcopian file tersebut.
root@server-hamidi:/var/www/wordpress#ls
10.  Lakukan pengeditan pada file wp-config.php
root@server-hamidi:/var/www/wordpress#nano wp-config.php
11.  Ganti script seperti pada gambar sebelah kanan berikut:

Simpan konfigurasi di atas dengan Ctrl + X lalu y dan ENTER dari keyboard.
12.  Masuk ke direktori /etc/apache2/sites-available. Pastikan di dalamnya ada terdapat file default.
root@server-hamidi:/var/www/wordpress#cd /etc/apache2/sites-available root@server-hamidi:/etc/apache2/sites-available#ls
13.  Buat VirtualHost baru dengan cara mengcopy file default di atas, dan ganti namanya menjadi wordpress di dalam direktori yang sama.
root@server-hamidi:/etc/apache2/sites-available#cp default wordpress
14.  Selanjutnya edit isi file wordpress
root@server-hamidi:/etc/apache2/sites-available# nano wordpress
15.  Ubah dan tambah script seperti tampak pada gambar sebelah kanan berikut:


Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi sript di atas.
16.  Non aktifkan host default, kemudianreload apache2.
               root@server-hamidi:/etc/apache2/sites-available# a2dissite default
               root@server-hamidi:/etc/apache2/sites-available#/etc/init.d/apache2 reload
17.  Aktifkan VirtualHost wordpressdan reload kembali apache2.
               root@server-hamidi:/etc/apache2/sites-available# a2ensite wordpress
               root@server-hamidi:/etc/apache2/sites-available#/etc/init.d/apache2 reload
18.  Sekarang kita pindah pada PC client (Windows XP). Jalankan web browser, kemudian ketikkan fatimah.sch.id/phpmyadmin pada address bar. Gunakan user root dan masukkan passwordnya untuk login.
000.png
19.  Buat database baru dengan nama wordpress pada kolom [Ciptakan database baru] >> 21.png[Ciptakan]. Kemudian perhatikan pada panel sebelah kiri akan muncul menu wordperss.

20.  Selanjutnya instal CMS wordpress dar PC client dengan cara mengetikkan pada address bar: fatimah.sch.id/wordpress/install.php. Kemudian cari tombol [Install] dan ikuti langkah-langkah instalasi wordpress yang ditunjukkan pada panduannya.
21.  Jika cara di atas tidak bisa, ketikkan pada address bar: nanie.sch.id/wp-admin. Selanjutnya cari tombol [Install] dan ikuti panduan instalasi wordpress berdasarkan petunjuk yang ditampilkan di layar.
01.png
22.  Jika instalasi wordpress sudah selesai, maka untuk mengisi dan mengubah content wordpress dilakukan dengan mengetikkan fatimah.sch.id/wp-admin pada address bar web browser. Masukkan user admin dan passwordnya, kemudian pilih tombol [Log In].
02.png
23.  Selanjutnya isilah kontent web server menggunakan wordpress sesuai keinginan anda. Untuk itu anda harus menguasai cara membuat web dengan wordress. Jika anda sudah terbiasa dengan membuat blog wordpress atau blogspot, maka anda akan lebih mudah merancang dan mengisi web server ini.


Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server Debian 6 Squeeze serta Routing ke Internet dari Client
Secara sederhana, DHCP Server berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis kepada PC client (istilah lainnya “menyewakan” IP address kepada PC client), sehingga PC client tersebut dapat terkoneksi ke dalam jaringan. Terhubungnya PC client ke dalam jaringan akan memudahkan dalam mengakses seluruh sumber daya yang ada dalam jaringan, seperti sharing printer, internet, sharing data, dan sebagainya. Langkah-langkah pembuatan DHCP Server pada Debian 6 Aqueeze sebagai berikut:
1)      Install terlebih dahulu paket dhcp3-server, dengan perintah:
root@server-hamidi:/home/debian# apt-get install dhcp3-server
Jika muncul pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?” Tekan tombol y dan ENTER pada keyboard untuk melanjutkan.
2)      Kemudian edit isi file dhcpd.conf yang terdapat dalam direktori /etc/dhcp/.
root@server-hamidi:/home/debian#nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
3)      Edit isi file dhcp.conf seperti script pada gambar sebelah kanan berikut. Setelah selesai disimpan.

.
4)      Edit isi file isc-dhcp-server yang terdapat pada direktori /etc/default/.
root@server-hamidi:/home/debian# nano /etc/default/isc-dhcp-server
Buat script seperti pada gambar sebelah kanan berikut:
5)      Restart hasil konfigurasi terhadap file isc-dhcp-server.
root@server-hamidi:/home/debian#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
6)      Sekarang kita konfigurasi IP address pada PC client, dalam hal ini menggunakan Windows XP. Langkah pertama klik kanan pada ikon [My Network Places] di explor >> [Properties].
111.PNG
.
7)      Klik kanan pada [Local Area Connection] >> [Properties]
112.PNG
8)      Pada tab [General] >> [Internet Protocol (TCP/IP)] >> [Properties]
113.PNG
9)      Pada tab [General] >> [Obtain an IP address outomatically] >> [Obtain DNS server address automatically] >> [OK] >> [Close].
114.PNG
10)  Selanjutnya masih dari properties Local Area Connection, klik [Support] >> [Detail]. Sekarang cek apakah PC client (Windows XP) sudah mendapatkan IP dhcp dari server.

Berdasarkan gambar di atas, ternyata PC client (Windows XP) sudah mendapatkan IP dhcp dari Debian yang baru saja kita konfigurasi sebagai DHCP server. IP dhcp yang diperoleh adalah 192.168.100.100. Dengan demikian, maka konfigurasi DHCP Server sudah berhasil.
11)  Langkah selanjutnya adalah konfigurasi pada server agar client dapar routing ke internet, sehingga client dapat mengakses internet. Untuk itu edit isi file ip_forward yang terdapat pada direktori /proc/sys/net/ipv4/.
root@server-hamidi:/home/debian#nano /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Ganti script angka “0” menjadi angka “1” pada halaman tersebut.Kemudian simpan.
12)  Kemudian kita sharing koneksi internet dari modem ke interface VirtualBox. Dalam tutorial ini saya menggunakan Windows 7 sebagai PC Host (operator) di mana sudah terinstal aplikasi VirtualBox. Karena koneksi internet pada PC Host ini menggunakan modem USB (Huawai), maka langkah pertama untuk sharing internet dari PC Host (Windows 7) ke Debian Server yang ada di VirtualBox adalah dengan membuka jendela Network and Sharing Center. Caranya, dari Taskbar, klik ikon “∆” (Show hidden icons) >> pilih ikon Interface network >> [Open Network and Sharing Center].
13)  Pilih [Wireless Terminal] >> tab [General] >> [Properties] >> tab [Sharing] >> ceklist pada Allow other network users to connect through this computer’s internet connection. Kemudian pilih [VirtualBox Host-Only Network]. Selanjutnya ceklist pada kedua kotak di bawahnya (nomor 7 dan 8) >> [OK].


.
14)  Kemudian kita cek IP addres interface VirtualBox Host-Only Network. Langkah-langkahnya lihat urutan langkah-langkah pada gambar berikut:


15)  Selanjutnya edit isi file sysctl.conf yang terdapat dalam direktori /etc/.
root@server-hamidi:/home/debian#nano /etc/sysctl.conf
16)  Lalu edit isi file ini dengan membuang tanda # yang terletak di depan script net.ipv4.ip_forward=1. Lihat pada gambar berikut. Jika sudah selesai, disimpan.
Selanjutnya buat routing dengan mengatur iptables agar client dapat koneksi ke internet melalui server Debian. Konfigurasi terhadap isi file rc.local pada direktori /etc/. root@server-hamidi:/home/hamidi# nano /etc/rc.local
Buat ketentuan firewall agar server atau router Debian dapat melakukan routing paket data dengan cara me-masquerading-kan (memanipulasi) paket data yang dilewatkannya. Tambahkan ketentuan tersebut di atas kata exit = 0, sehingga script-nya seperti gambar berikut ini. Setelah selesai disimpan.
Untuk menguji hasil konfigurasi routing, jalankan web browser dari PC client (Windows XP). Isikan pada address bar alamat situs yang akan dipanggil, misalnya http://www.google.com. Jika sudah ditampilkan seperti gambar berikut, maka DHCP Server kita sudah berfungsi dengan baik.
112.PNG